Untuk Pagi Ini

Embun menetes di pagi ini, menyapaku keluar dari mimpi,
membangunkan semua angan yang menyesatkanku pada jalan yang tak tentu arah,,
berharap ada angin yang membelaiku, kuasa menahan terik yang menyentuh kulit ini,,


Embun begitu kosong, tanpa warna,
tapi dia bisa menundukkan setiap helai daun yang dihinggapi nya,
ada kekuatan dalam kekosongan itu, tak akan terlihat walau sampai kapanpun juga,,




Salam terakhir dari orang yang selalu mentertawakan mu

Biru..
hanya itu yang ku ingat tentang dirimu, untuk saat ini atau tempo yang akan datang,
biru setiap canda tawa yang sempat mengalirkan rasa ingin tau tentang dirimu, tentang semua angan dan kebiasaan yang pada akhirnya hanya akan menjadi sebuah cerita,,


Biru,,
ada segumpal pertanyaan yang ingin ku sampaikan pada waktu yang telah kurencanakan,,
pada waktu yang kini hanya sebuah perencanaan yang tak berkepanjangan,,
kata yang akan aku ucapkan sebagai perwakilan dari perasaan yang sesungguhnya,,


Biru,,
seandainya aku harus memilih antara penyesalan atau kehilangan, mungkin aku akan lebih memilih untuk menyesali meninggalkanmu dari pada harus merasa kehilangan dengan berlalunya dirimu,,
tak ada yang bisa menyusun kembali kepingan yang hilang itu,,


Biru,,
aku memahami semua yang ada pada diriku tak mampu untuk menyeimbangi apa yang ada pada setiap yang kau lakukan ditiap waktumu,,
mengerti akan kesederhanaan dengan perbandingan yang begitu jelas ketika kutatap dari jauh..


Biru,,
akankah kau selembut dahulu?
suara yang menyempurnakan setiap pagi dan malamku,
masihkah akan terjadi?


Biru,,
aku menjadi manusia yang berfikir, melanjutkan hidup yang penuh keputus asaan, menyertakan semua semangat untukmu,,
terbilang maaf jika nanti aku tak mampu lagi mendengarkan apa yang pernah kau sampaikan, karena memang tak lagi akan ku dengar bisikan suaramu,,


Biru,,
kau semakin jauh, meninggalkan titik embun sore hari yang tak mestinya terlahir disudut mata ini,,
merapuhkan kelincahan dan juang hidup yang makin rengkuh..


Biru,,
aku menyayangimu, walau pun itu tak pernah ku katakan..


Bahagialah selalu,,

Api & Hujan Kita

Disana ada seseorang yang menunggu mu
aku tau itu..
aku bisa melihat dengan jelas besar kecilnya harapan yang ditanamkan pada dirimu,
tapi kenapa tak kau kepakkan sayapmu untuk terbang kesana menggapai semua harapan yang ia canangkan..??


Terlepas dari itu semua, aku bisa berfikir ada banyak pertentangan,
juga keadaan..


Aku tau tak ada kata mungkin yang harusnya keluar dari mulut ini,
tak harusnya ada kata menyerah yang di ucapkan oleh lidah ini,
sadar aku, bahwa itu semua adalah pertanda betapa pecundangnya aku,,


Seseorang yang tak bisa memahami itu mungkin akan mendramatisir ketercundangan yang berlebihan,
menyalahkan setiap tindakan dan perlakuan yang serba salah,
namun sekali lagi aku katakan, sadar aku melakukannya..
pergi dari kehidupan yang memang sudah tidak selayaknya aku jamahi..
karena kita begitu berbeda..


Setahun silam aku merasakan ini, dan menerima apa yang akan aku dapat dari suatu hubungan dengan paksaan menyatukan semua perbedaan yang kita punya..
hanya tragedi yang terjadi.. satu di antara atau kesemua akan kecewa, walau tak sedemikian dengan aku..


Kesamaan yang kita lakoni seakan hanya topeng sementara dalam berbicara,
tak ada kejujuran pasti tentang nyali mengakui api dan hujan dalam diri kita, tak ada kekuatan yang sempurna untuk saling mengakhiri sampai ada perselisihan pada akhirnya..


Ini untuk kesekian kali dalam perbincangan kita mengalami komunikasi yang salah,,
emmmm bukan komunikasi, tapi prinsip yang kita satukan,,
berbeda..


Jika nanti akhirnya tak ada lagi berita yang bisa terdengan tentangku,,
mungkin saat itu aku telah menerima kekalahanku menakhlukkan semua ego mu,,
berlari menjauh tanpa berani untuk menoleh kembali, menatap mata itu.. merasakan hangatnya senyuman dari seorang bidadari yang menemani dan mengobati luka yang aku dapati dari kekasih sebelumnya,,


Terimakasih telah mengajarkan aku untuk menjadi lebih baik..
Mrs.obese

Tempat Kita Berdiri

Banyak kata, banyak kalimat, dan banyak cerita yang bisa aku sampaikan melalui mulut ini, tentang kebahagiaan atau kesedihan yang pernah kita bicarakan bersama,
selalu ada canda tawa diantara waktu yang kita lewati, tanpa sadar bahwa ada kekhawatiran yang muncul dari pertemuan ini..

19 Juni 2012
0527

aku mulai memikirkan masa depan, masa depanku, masa depanmu,,
juga kita..

kekhawatiran itu tersingkap kala aku terpikir akan masa depan kita,,
akankah terus begini??
tanpa ada kepastian.....

0529

sejenak terdiam,, tak ada yang terpikirkan lagi..
terpojok pada satu masa ketika kita akan berpisah..

maaf jika berfikir seperti ini

karna itu yang aku takutkan..

berulang aku mencoba dapatkan masa yang indah untuk kita berdua,,
namun lagi-lagi hanya perpisahan yang ada dalam pikiran..

apakah pikiran yang buruk ?
aku rasa tidak.. karena ini lah kisah nyata tentang kita..

Tuhan memberikan kado terindah pada ulang tahunku,,
Dia menyadarkan aku bahwa tempat kita berdiri di antara Dua Sakral yang berbeda..
begitu sempurna perbedaan itu, nyata..

sakral yang selalu bertentangan,

sempat terpikir aku untuk membenci semua yang namanya Agama,
kenapa begitu banyak Agama di dunia ini..
kenapa tidak cukup satu Agama yang terlahir..

tak ada yang bisa menjelaskan pernyataan itu, tak ada yang mampu menafsirkan semuanya..

0537

Tuhan,,
mungkinkah tak pernah akan kau temukan kami dalam satu persamaan..??

dengan perlahan atau sekejap,, satu di antara kita akan menghilang dalam tatapan,,
meninggalkan apa yang yang pernah kita lakukan..

dan sebelum semua itu benar terjadi, satu yang ingin aku lakukan,
melihat pandangan mata itu..


I want you know, I need you in my way...
Love you...



.................................??????????

Tidakkah lelah hidup jika hanya ada kesepian..
tidakkah sepi hidup jika hanya ada rasa lelah...

................................................................??

Ini hidup mungkin hanya keluhan, mungkin hanya getiran..
percuma ada keyakinan dalam diri kalau hanya begini..

Dalam Genggaman Mu

Terakhir dalam genggaman mu,,
kupeluk peluh yang membasahi setiap kata yang terdengar,
membayang dalam lamunan hari yang menjadi gelap,,
mendung tak hujan..


terakhir dalam genggamanmu,,
ada rahasia dibalik setiap kata yang terdengar,
dusta yang melebihi batas akal pikiranku..


terakhir dalam genggamanmu,,
ada segaris keputus asaan yang terasa,
menyelimuti gelap waktu yang semakin tak ku pikirkan..


itulah kenyataan,
pahit..
tapi harus aku terima dengan kedewasaan yang belum sempurna..


andaikan waktu bisa kumainkan, aku ingin terbang ke masa dulu
sebelum ku sia-siakan banyak cinta yang mengerumuniku,
hempaskan kasih sayang demi kau, yang kini hilang..


mungkin ini jalan yang terang, walau hanya gelap yang hingga saat ini berjalan.
tapi keyakinan akan dewi kasih tak luput dari tujuan dan makna hidupku,,
aku yakin nanti, atau esok hari akan ada lagi cinta yang bisa kujaga
bisa memberi apa yang selama ini aku percaya..


pLur selalu..

17102008



Aku takkan pernah menyentuh hdup seseorang jika itu hanya akan menghancurkan perasaannya. . 
Aku takkan pernah berani menatap mata nya jika semua yang ku lakukan hanya tipuan belaka. . 


Malam ini, aku lah milikmu. . Tp ntah esok hari, 
tak ada janji. . 
Dan jalan msh bgtu panjang. . 


Untuk engkau yang menghilang, terimakasih karna kau mengajarkan banyak hal pada ku. . 


Aku belajar diam dari banyaknya bicaramu, 
aku belajar sabar dari semua amarahmu, 
aku belajar mengalah dari setiap keegoisanmu, 
aku belajar bahagia dari tiap tangis untukmu, 
dan aku belajar tegar dari kehilangan cintamu. . 


Bahagia lah walau tanpa ada aku, karena itu yang membuat aku lebih bertahan. . 


Luv u nora17102008

Waktu


Dan jika engkau bertanya, bagaimanakah tentang Waktu?….
Kau ingin mengukur waktu yang tanpa ukuran dan tak terukur.

Engkau akan menyesuaikan tingkah lakumu dan bahkan mengarahkan perjalanan jiwamu menurut jam dan musim.
Suatu ketika kau ingin membuat sebatang sungai, diatas bantarannya kau akan duduk dan menyaksikan alirannya.
Namun keabadian di dalam dirimu adalah kesadaran akan kehidupan nan abadi,
Dan mengetahui bahwa kemarin hanyalah kenangan hari ini dan esok hari adalah harapan.

Dan bahwa yang bernyanyi dan merenung dari dalam jiwa, senantiasa menghuni ruang semesta yang menaburkan bintang di angkasa.


Setiap di antara kalian yang tidak merasa bahwa daya mencintainya tiada batasnya?
Dan siapa pula yang tidak merasa bahwa cinta sejati, walau tiada batas, tercakup di dalam inti dirinya, dan tiada bergerak dari pikiran cinta ke pikiran cinta, pun bukan dari tindakan kasih ke tindakan kasih yang lain?
Dan bukanlah sang waktu sebagaimana cinta, tiada terbagi dan tiada kenal ruang?Tapi jika di dalam pikiranmu haru mengukur waktu ke dalam musim, biarkanlah tiap musim merangkum semua musim yang lain,Dan biarkanlah hari ini memeluk masa silam dengan kenangan dan masa depan dengan kerinduan.

This My Way

mimpi yg trlalu tinggi, mlewati lembayung senja,, saat aku jatuh trasa lbih skit,


enggan brmmpi lg, jk hrs jtuh kmbli..






Trnyta aq bukan bintang,
aq hnya lilin kecil yg mmpu menerangi gelap sesaat.


Kmudian luluh, hancur dan di buang..!!




trnyata bnar bgini,
tp apkh hnya sbatas ini kmmpuan yg d dpt?
mgkin lebih,, tp ntah sbrpa besar itu..






Lama kusimpan, tentang satu harapan,,
yang mungkin kau tak kan pernah tau itu mimpiku,,

Kini saatnya aku bicara,,
tentang keadaan,
 tentang apa yang selama ini ku rasa..
Mungkin terlambat  untuk ungkapkan,,
bahwa sesungguhnya cinta ini milikmu,,
tapi ku ingin kau bahagia,,
teruslah kau tersenyum,, dan jangan lah ragu tuk jalani hidup ini,,

Sepi di luar

Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti.
Sepi.
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat-mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti.
Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti.
Sepi.
Tambah ini menanti jadi mencekik
Memberat-mencekung punda
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti.